Pemerintah Patok Pertumbuhan Ekonomi Hingga 5,6%
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 5,6 persen pada 2018 mendatang. Target tersebut sesuai dengan target yang sebelumnya ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 5,4 persen-6,1 persen. Adapun, tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 5,1 persen.
"Kami lihat kan kemungkinan baseline-nya (pertumbuhan ekonomi) 5,4 persen dan sudah diskusikan, sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan 5,6 persen tingkat yang optimistik, namun tetap kredibel," papar Sri Mulyani, Selasa (4/4).
Menurut pendapat Saya :
Pertumbuhan ekonomi di negara Indonesia akan lebih baik dan meningkat di tahun 2018. Targetnya tercapai atau tidak-nya Indonesia harus melihat kondisi ekonomi dunia, jadi kita harus tau berapa persen menurun atau meningkat dari tahun sebelumnya.
Kamis, 29 Juni 2017
Rabu, 08 Maret 2017
Perekonomian Indonesia
A. Pengertian Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan dari suatu negara untuk
membuat sumber daya yang dimilikinya berjalan dengan baik kepada suatu individu
maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan yang terdapat antara sebuah
sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu
mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh
memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor
tersebut di pegang oleh pemerintah.
Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli
1. Dumairy (1966)
Menurut Dumairy menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah suatu sistem yang mengatur dan hubungan ekonomi antara manusia dan pembentukan kelembagaan dalam suatutatanan kehidupan, maka bisa dikatakan juga bahwa sistem ekonomi tidak harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan suatu pandangan mereka, pola dan filsafat hidup di mana dia beristirahat.
Menurut Dumairy menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah suatu sistem yang mengatur dan hubungan ekonomi antara manusia dan pembentukan kelembagaan dalam suatutatanan kehidupan, maka bisa dikatakan juga bahwa sistem ekonomi tidak harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan suatu pandangan mereka, pola dan filsafat hidup di mana dia beristirahat.
2. Gilarso (1992 : 486)
Menurut Gilarso menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah suatu cara untuk mengkoordinasikan suatu perilaku keseluruhan masyarakat (konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam suatu kegiatan menjalankan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainnya) yang sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis , dan dalam kekacauan bisa dihindari.
Menurut Gilarso menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah suatu cara untuk mengkoordinasikan suatu perilaku keseluruhan masyarakat (konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam suatu kegiatan menjalankan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainnya) yang sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis , dan dalam kekacauan bisa dihindari.
3. Mc. Eachren
Menurut Eachren menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebagai seperangkat suatu mekanisme dan institusi untuk menjawab suatu pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang dihasilkan. Dalam perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya ialah bagaimana sebuah sistem didirikan sebuah faktor-faktor produksi. Dalam beberapa sistem, seorang individu mungkin tidak mempunyaisemua faktor produksi. Sementara pada sistem lain, semua faktor ini ditahan oleh pemerintah. Yang sebagian besar sistem ekonomi di dunia berada di antara dua ekstrem dari sebuah sistem.
Menurut Eachren menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebagai seperangkat suatu mekanisme dan institusi untuk menjawab suatu pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang dihasilkan. Dalam perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya ialah bagaimana sebuah sistem didirikan sebuah faktor-faktor produksi. Dalam beberapa sistem, seorang individu mungkin tidak mempunyaisemua faktor produksi. Sementara pada sistem lain, semua faktor ini ditahan oleh pemerintah. Yang sebagian besar sistem ekonomi di dunia berada di antara dua ekstrem dari sebuah sistem.
4. Chester A Bemand
Menurut Chester menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebuah kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada suatu bagian-bagian dan masing-masing bagian itu mempunyai suatu ciri dan batas tersendiri.
Menurut Chester menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebuah kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada suatu bagian-bagian dan masing-masing bagian itu mempunyai suatu ciri dan batas tersendiri.
5. Dumatry (1996)
Menurut Dumatry menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebuah sistem yang mengatur serta menjalin suatu hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.
Menurut Dumatry menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebuah sistem yang mengatur serta menjalin suatu hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.
B.
Macam – macam Sistem Perekonomian
1. Sistem
Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis)
Sistem ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis adalah sistem ekonomi
dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem
ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan
seutuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada setiap orang untuk memperoleh
keuntungan yang seperti dia inginkan. Sistem ekonomi liberal banyak dianut
negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Ciri-ciri :
- Menerapkan sistem persaingan bebas
- Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
- Peranan pemerintah dibatasi
- Peranan modal sangat penting
2. Sistem Perekonomian Perencanaan
(Etatisme / Sosialis)
Sistem
ekonomi etatisme/sosialis merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi diatur
negara. Dalam sistem ini, jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung
jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar
adalah Karl Marx , dia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan
maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan
menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut sistem ini seperti
Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.
Ciri-ciri :
- Hak
milik individu tidak diakui.
- Seluruh
sumber daya dikuasai negara.
- Semua
masyarakat adalah karyawan bagi negara.
- Kebijakan
perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
3.
Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau perpaduan
antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Pada sistem ekonomi
campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian,
namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan
kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Ciri-ciri :
- Jenis
dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
- Hak
milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak
merugikan kepentingan umum.
- Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
- Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah.
C. Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran dan Alasannya
1.
Indonesia
Perekonomian di Indonesia menganut sistem campuran antara
paham ekonomi sosialis dan liberal. Meski sebenarnya lebih disebut sebagai
sistem ekonomi campuran dengan ideologi Pancasila, atau sistem ekonomi
Pancasila. Artinya, sistem kegiatan ekonomi dijiwai oleh ideologi Pancasila,
yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasar usaha bersama berlandaskan asas
kekeluargaan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat di bawah pengawasan dan
pengendalian pemerintah.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, perekonomian
juga berfokus pada pemanfaatan maksimal sektor kelautan yang sempat lolos
perhatian dari pemerintahan sebelumnya. Padahal wilayah Indonesia didominasi
oleh perairan. Dalam jangka panjang kebijakan ini diharapkan pula mampu
membantu perwujudan ekonomi mandiri bagi Indonesia.
Sehingga terjadi penerapan ideology Pancasila pada roda
ekonomi yang sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 terkait asas kekeluargaan ekonomi
Indonesia dengan pemanfaatan sumber daya digunakan sebesar-besarnya untuk
kesejahteraan masyarakat.
2.
India
India juga menganut sistem ekonomi campuran namun memiliki
kecondongan pada paham sosialis. Sangat tingginya campur tangan pemerintah
dalam perekonomian disebabkan fokus berlebihan pada pemerataan pendapatan dan
kesejahteraan publik. Hal tersebut terjadi mulai tahun 1950-an pasca
kemerdekaan India. Sehingga kreatifitas individu masyarakat sangat kecil bahkan
mati yang menjadikan mereka sulit untuk maju. Karena segala hal diatur dan dikendalikan
oleh pemerintah.
3.
Filipina
Filipina menganut sistem ekonomi campuran dengan agrikultur
sebagai penyokong utama perekonomiannya. Fokus industri negara ini ada di
bidang elektronik, otomotif, pengolahan makanan, pertambangan dan tekstil.
Filipina memberikan kebebasan yang besar untuk melakukan segala hal pada pihak
swasta sehingga menjadikan tingginya kreatifitas masyarakat. Peran swasta dalam
perekonomian pun mencapai 95% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pengakuan
terhadap kepemilikan individu juga penumpukan modal memperjelas bahwa sistem
ekonomi campuran Filipina lebih condong pada sistem kapitalis. Prinsip keadilan
sistem kapitalis yaitu “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi
kerjanya” memberikan pengaruh besar pada motivasi individu masyarakatnya untuk
maju dan berkembang.
4.
Malaysia
Dalam perekonomian Malaysia, peran pemerintah sangat kecil
sehingga menjadikan mudah dalam hal birokrasi. Banyak pengusaha dari
negara-negara lain yang melakukan bisnis di Malaysia karenanya. Imbasnya, hal
tersebut mampu mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dan menaikkan
pendapatan nasional. Kemajuan teknologi juga berperan dalam mempercepat
pembangunan infrastrukturnya. Itulah yang menjadikan perekonomian Malaysia
tumbuh dengan pesat.
A.
Negara yang Menganut
Sistem Ekonomi Sosialis
1. China
Saat ini
ekonomi China sekilas menganut sistem ekonomi liberal atau kapitalisme, hal ini
terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk membuka pasar
bebas internasional. Meskipun terdapat unsur liberal, pemerintah China masih
melabeli diri mereka sebagai negara yang pro terhadap sosialisme. Dari model
sistem ekonomi yang seperti ini, sebenarnya mereka telah meninggalkan bentuk
murni dari sistem ekonomi sosialis. Bentuk soaialis bisa dilihat dari total
perusahaan yang ada di China, 70% merupakan BUMN dan sisanya dikuasai oleh
swasta. Pertumbuhan angka perusahaan swasta dari tahun ke tahun terus mengalami
peningkatan, dan inilah yang menunjukkan adanya unsur sosialis dan unsur
liberal. Dengan perubahan penerapan sistem ekonomi tersebut berdampak positif
bagi perekonomian China yaitu menempatkan negara China sebagai negara kedua
dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia setelah Amerika.
2. Korea Utara
Sistem
ekonomi sosialis di Korea Utara terlihat dengan adanya penguasaan dan kendali
penuh oleh pemerintah terhadap seluruh kegiatan ekonomi. Penerapan sistem
ekonominya hampir mirip dengan China namun ada sedikit perbedaan yang tidak
akan pernah ditemukan, yaitu tidak adanya Bursa Efek di Korea Utara. Indikasi
ini menunjukkan bahwa negara Korea Utara sangat tertutup dan tidak mudah untuk
membuka penanaman investasi asing di negaranya, dan bisa dibilang sistem
ekonomi Korea Utara lebih sosialis dibanding dengan China.
3. Kuba
Kuba
merupakan salah satu negara sosialis yang paling menonjol diantara negara yang
lain dalam menerapkan sistem ekonomi sosialis. Jika kita melihat ciri-ciri
negara sosialis, maka semua ciri tersebut hampir seluruhnya dapat terlihat pada
negara Kuba, seperti dominannya peran pemerintah dalam mengendalikan seluruh
kegiatan ekonomi negara, terdapatnya fasilitas kesehatan yang dibentuk oleh
pemerintah untuk rakyatnya, adanya sekolah gratis yang diberikan untuk rakyat
di segala jenjang pendidikan, negara memberikan hunian untuk rakyatnya dengan
program subsidi, dan negara memberikan subsidi untuk bahan pangan. Dari
bagaimana cara Kuba menjalankan kegiatan negara dan ekonominya, sangat terlihat
sekali jika negara ini paling sosialis dibanding dengan negara yang lain.
Perubahan
sistem ekonomi Kuba mulai terjadi pada tahun 2010, dimana sistem yang mereka
anut hingga sekarang menerapkan sistem ekonomi ganda, yaitu sistem ekonomi
sosialis untuk beberapa sektor tertentu, dan sistem ekonomi campuran. Dengan
menerapkan dual sistem ini, Kuba mencoba untuk melakukan revolusi untuk
mewujudkan pasar bebas dengan membuka kegiatan ekspor impor dengan dunia
internasional dan memanfaatkan kekayaan pariwisata. Alasan lain terjadinya
perubahan sistem ekonomi adalah karena beban negara dalam memberikan dana
subsidi yang begitu besar untuk beragam sektor yang ada dalam negara.
B. Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Liberal
1. Amerika Serikat
Liberalisme
yang dianut oleh AS, sebagaimana yang ditekankan oleh Wilson dan Roosevelt
adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha
individu, bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan sebagai untuk pemecahan
permasalahan politis baik di dalam maupun luar, sepertinya dianut oleh Presiden
AS saat ini, George W Bush. Suatu paham liberal di AS
itu mungkin seperti institusi dan prosedur politis yang mendorong kebebasan
ekonomi, perlindungan yang lemah dari agresi oleh yang kuat, dan kebebasan dari
norma-norma sosial bersifat membatasi. Karena sejak Perang Dunia II,
liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme modern, pengganti paham
ideologi liberalisme klasik.
Sumber :
Selasa, 17 Januari 2017
Tingkat Bunga
Tingkat Bunga : Biaya Pinjam Uang
Perusahaan dipengaruhi oleh :
2. Skedul Penawaran
Indikasi kuantitas produk yang ditawarkan pada harga tertentu
Kuantitas ditawarkan meningkat atau menurun
Ekualibrium harga meningkat atau menurun
contoh : Teknologi memebrikan kontribusi kepada perusahaan untuk menghasilkan komputer dengan biaya yang lebih rendah, maka perusahaan adalah rela untuk menyediakan pada harga yang lebih rendah.
3. Interaksi penawaran dan permintaan
Equilibrium Price : Harga pada kuantitas yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang diminta.
Faktor - faktor yang mempengaruhi harga pasar :
1. Pendapatan Pelanggan ( Consumer Income)
2. Kesukaan Pelanggan ( Consumer Prefernces)
3. Biaya Produksi (Production Expense)
Dua kebijakan pemerintah yang mempengaruhi ekonomi
> Kebijakan Moneter :
Perusahaan dipengaruhi oleh :
- Biaya bunga tinggi
- ROI rendah
- Derajat ekspansi rendah
- Kuantitas permintaan meningkat atau menurun
- Ekualibrium harga meningkat atau menurun
2. Skedul Penawaran
Indikasi kuantitas produk yang ditawarkan pada harga tertentu
Kuantitas ditawarkan meningkat atau menurun
Ekualibrium harga meningkat atau menurun
contoh : Teknologi memebrikan kontribusi kepada perusahaan untuk menghasilkan komputer dengan biaya yang lebih rendah, maka perusahaan adalah rela untuk menyediakan pada harga yang lebih rendah.
3. Interaksi penawaran dan permintaan
Equilibrium Price : Harga pada kuantitas yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang diminta.
Faktor - faktor yang mempengaruhi harga pasar :
1. Pendapatan Pelanggan ( Consumer Income)
2. Kesukaan Pelanggan ( Consumer Prefernces)
3. Biaya Produksi (Production Expense)
Dua kebijakan pemerintah yang mempengaruhi ekonomi
> Kebijakan Moneter :
- Mengendalikan uang beredar
- Menetapkan Cabangan Pemerintah
- Menaikkan atau menurunkan tingkat bunga
> Kebijakan fiskal :
- Mengendalikan pajak dan pembelanjaan.
Ekonomi
1. Kondisi Makroekonomi
(macroeconomi Conditions)
- Mereflesikan seluruh ekonomi
2. Kondisi Mikroekonomi
(Microeconomi Conditions)
- Fokus pada bisnis atau perhatian pada industri
Faktor makroekonomi mempengaruhi kinerja bisnis
- Pertumbuhan Ekonomi
- Inflasi
- Tingkat Bunga
Tiga ukuran Pertumbuhan Ekonomi :
1. Tingkat total produksi dari produk dan jasa :
GDP adalah total nilai seluruh produk dan jasa yang dihasilkan domestik
2. Pengeluaran total :
Total jumlah pengeluaran dalam ekonomi
3. Alternatif indikator ekonomi :
- Tingkat pengangguran
Empat jenis pengangguran :
1. Pengangguran Friksi (Frictional Unemployment)
- Orang - orang diantara pekerja
- Juga dikenal sebagai pengangguran alami
2. Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment)
- Orang - orang yang tidaklah diperlukan selama beberapa musim
3. Pengangguran Siklus ( Cyclical Unemployment)
- Menganggur dalam kaitan dengan kondisi - kondisi ekonomi lemah / miskin
- Mungkin merupakan indikator yang terbaik dari kondisi - kondisi ekonomi
4. Pengangguran Struktual (Structual Unemployment)
- Menganggur dalam kaitan dengan tidak cukupnya keterampilan kerja
Faktor ekonomi makro : Inflasi
Inflasi : Kenaikan tingkat harga umum atas produk dan jasa pada periode waktu tertentu.
Kenaikan Inflasi Perusahaan dipengaruhi oleh :
- Tingginya biaya operasi
- Tingginya biaya upah yang dibayar kepada pekerja
- Tingginya penghasilan
Dua bentuk Inflasi :
1. Cost - POush Inflation
- Tingginya harga disebabkan oleh tingginya biaya
2. Demand - Pull Inflation
- Tingginya harga disebabkan oleh kuatnya permintaan pelanggan atas produk.
Bentuk - Bentuk Kepemilikan Bisnis
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikan nya dipegang oleh satu orang.
Kebaikan Perusahaan Perseorangan :
- Pemilik bebas dalam mengambil keputusan, sehingga keputusan dapat secara dilaksanakan
- Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan sepenuhnya
- Biasanya pemilik perusahaan lebih giat berusaha untuk mencapai tujuan perusahaan yang menjadi miliknya
- Organisasi yang mudah terbentuk & mudah bubar
- Sifat kerahasiaan perusahaan dapat terjamin, baik dalam hal keuangan maupun dalam masalah proses produksi.
Kelemahan Perusahaan Perseorangan :
- Tanggung jawab pemilik perusahaan tidak terbatas. Disini seluruh harta milik pribadi menjadi jaminan terhadap utang perusahaan
- Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
- Sumber keuangan perusahaan terbatas, sebab usaha - usaha untuk memperoleh sumber dana tergantung. Pada kemampuan pemilik perusahaan saja
- Kelangsungan usaha perusahaan kurang terjamin, sebab jika seandainya pemilik meninggal atau terkena ganjaran hukuman penjara, maka perusahaan akan berhenti aktifitasnya
- Pengelolaan manajemennya lebih kompleks sebab semua aktifitas manajemen dilakukan oleh pemilik perusahaan sendiri.
2. Firma
Firma merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan usaha.
Kebaikan Firma :
- Kemampuan manajemen lebih besar karena adanya pembagian kerja diantara para anggota
- Pendirian Firma relatif lebih mudah karena tidak memerlukan akte pendirian
- Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi mudah memperoleh kredit karena mempunyai kemampuan financial yang lebih besar
Kelemahan Firma :
- Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh hutang perusahaan, kekayaan pribadi menjadi jaminan bagi hutang - hutang firma.
- Kemungkinan timbul perselisihan
- Keputusan yang diambil kurang cepat
- Kerugian yang diakibatkan oleh seseorang anggota harus ditanggung bersama anggota orang lain
- Kelangsungan perusahaan tidak menentu, sebab jika salah satu anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama, secara otomatis firma menjadi bubar.
3. Perseroan Komanditer (CV)
Perseroan komanditer atau disebut Comanditaire Vennotschap (CV) adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uang mereka pakai dalam persekutuan.
Sekutu pada perseroan ini dapat dikelompokkan menjadi sekutu komplementer dan sekutu komanditer. Sekutu komplementer adalah orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya. Sekutu komanditer adalah sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut.
Business Ethics and Social Responbility
1. Menjelaskan tanggung jawab firma kepada :
- Pelanggan (Customers)
- Pekerja (Employees)
- Pemegang Saham dan Kreditors (Stockholders and Creditors)
- Lingkungan (Environment)
- Komunitas (Communities)
2. Menjelaskan biaya - biaya perusahaan keluarkan dalam pencapaian tanggung jawab sosialnya
Alasan atas Kode Etik :
- Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis
- Berkurangnya potensi regulasi pemerintah yang dikeluarkan sebagai aktifitas kontrol
- Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai pedoman
- Menyediakan tanggung jawab atas perilaku yang tak ber-etika.
Pertimbangan Tanggung jawab Sosial :
- Pelanggan (Customers)
- Pekerja (Employees)
- Pemegang Saham dan Kreditors (Stockholders and Creditors)
- Lingkungan (Environment)
- Komunitas (Communities)
> Tanggung jawab sosial kepada Pelanggan
Bagaimana memastikan tanggung jawab perusahaan :
- Tetapkan kode etika
- Monitor keluhan pelanggan
- Memperoleh umpan balik pelanggan
- Meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.
Bagaimana memastikan tanggung jawab pemerintah :
- Peraturan keamanan produk
- Peraturan periklanan
- Peraturan persaingan industri.
> Tanggung jawab sosial kepada Pekerja
Memberikan Gaji atau Upah
Jaminan kerja (Employee Safety)
- Memastikan tempat kerja yang aman bagi pekerja
- Perlindungan terhadap pelecehan seksual
- Persiapkan perlakuan yang sama
- Memastikan tidak ada diskriminasi .
> Tanggung jawab sosial kepada Pemegang Saham
perusahaan harus :
- Meyakinkan tanggung jawab dengan melaporkan keuangan
- Dana digunakan dengan baik
- Memberikan keuntungan berupa dividen kepada pemegang saham.
> Tanggung jawab sosial kepada Kreditor
perusahaan harus :
- Kewajiban keuangan
- Informasikan kreditor jika mempunyai permasalahan keuangan.
> Tanggung jawab sosial kepada Lingkungan
1. Pencegahan Polusi Udara :
- Peninjauan kembali proses produksi
- Petunjuk penyelenggaraan pemerintah
2. Pencegahan Polusi Daratan :
- Peninjauan kembali proses produksi dan pengemasan
- Menyimpan dan mengirim barang sisa beracun ke lokasi pembuangan.
> Tanggung jawab sosial kepada Komunitas
- Sponsori acara masyarakat lokal
- Sumbangkan kepada masyarakat tidak mampu
- Sumbangkan untuk tujuan bidang pendidikan.
> Biaya - biaya atas Tanggung jawab sosial
Pelanggan :
- Program receive/resolve keluhan dari pelanggan
- Survei untuk menilai kepuasan pelanggan
- Penuntutan perkara dengan pelanggan (kewajiban produk)
Pekerja :
- Program menerima/memecahkan keluhan kerja
- Survei untuk menilai kepuasan karyawan
- Penuntutan perkara oleh karyawan (diskriminasi)
Pemegang Saham :
- Penyingkapan informasi keuangan
- Penuntutan perkara oleh pemegang saham
Lingkungan :
- Mentaati peraturan lingkungan
- Mentaati petunjuk lingkungan
Komunitas :
- Sponsori aktifitas masyarakat
- Memberikan beasiswa pendidikan.
Senin, 07 November 2016
Bentuk Kepemilikan Perusahaan
Selecting a Form of Business Ownership => Memilih bentuk dari kepemilikan suatu kegiatan bisnis/usaha.
3 Bentuk Kepemilikan Perusahaan
3 Bentuk Kepemilikan Perusahaan
- Perseorangan (Sole Proprietorship)
- Persekutuan (Partnership)
- Perseroan (Corporation)
1. Kepemilikan Perseorangan
Perusahaan yang dimiliki seorang pemilik.
4sifat :
- Pemilik tunggal
- Menanggung seluruh tanggung jawab
- Ruang lingkup usaha masih skala kecil
- Menghasilkan kurang 10% dari seluruh penghasilan usaha.
Keuntungan :
- Mendapatkan semua profit
- Kemudahan formasi
- Kontrol penuh
- Pajak lebih rendah
Kerugian :
- Menanggung semua kerugian
- Kewajiban tidak terbatas
- Keterbatasan keuangan
- Keterbatasan skill
2. Kepemilikan Persekutuan
Keuntungan :
- Adanya penambahan modal atau dana
- Tanggung jawab dan kerugian dibagi
Kerugian :
- Kesulitan dalam pengawasan karena kontrol dibagi
- Hutang tidak terbatas
- Keuntungan dibagi
Jenis - Jenis Persekutuan
Sekutu Umum (General Partneeship)
- Sekutu kerja menjalankan bisnis sehari-hari
- Sekutu kerja mempunyai tanggung jawab tanpa batas
Sekutu Komanditer (Limited Partnership)
- Sekutu komanditer hanya menanam modal dalam bisnis
- Sekutu komanditer adalah hanya dapat dikenakan kewajiban sampai kepada jumlah yang mereka menginvestasikan.
3. Karakteristik sebuah Perseroan
- Piagam perseroan (Corporate character)
- Penetapan anggaran rumah tangga (Establishment of by laws)
- Pemegang saham ( Stockholders)
- Dewan direktur (Board of directors)
Perseroan Swasta vs Publik
1. Dipegang Swasta :
- Korporasi yang secara pribadi dipegang kepemilikan terbatas ke kelompok kecil investor
- Saham tidak-lah diperdagangkan didepan umum.
2. Dipegang Publik :
- Korporasi lebih besar
- Saham diperdagangkan di depan umum
- Tindakan pada awalnya mengeluarkan saham : menawarkan saham pada publik.
Kepemilikan Perseroan :
Keuntungan :
- Keterbatasan kewajiban
- Akses dana
- Kepemilikan bisa dipindah tangankan
Kerugian :
- Pembiayaan lebih mahal
- Pengungkapan keuangan
- Kompleksitas problem
- Pajak lebih banyak.
Selasa, 01 November 2016
Contoh CSR
Program “1L Aqua untuk 10L Air Bersih”
Binahidra Logiardi, Sustainable Development & Social Responsibility,
DANONE AQUA, menjelaskan ” Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kita semua,
namun tidak semua orang bisa mengakses air bersih dalam kehidupannya
sehari-hari. Banyak daerah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia,
yang mengalami kesulitan untuk memperoleh air dikarenakan topografi daerah
tersebut membutuhkan sistem infrastruktur pasokan air bersih untuk memungkinkan
masyarakat sekitar agar dapat mengakses air bersih tersebut. Selain akses air
bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan
masyarakat pra sejahtera juga merupakan hal penting, kesemuanya ini saling terkait.
Air merupakan kehidupan, sanitasi merupakan martabat, keduanya mendukung
tercapainya kesehatan lingkungan yang berkesinambungan yang pada akhirnya juga
akan memberi kontribusi pada tercapainya pengembangan kesejahteraan masyarakat
dunia”.
Binahidra menambahkan, “AQUA memiliki program CSR yang
disebut WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) yang bertujuan untuk
meningkatkan lingkungan bagi masyarakat pra-sejahtera. Melalui program WASH,
AQUA berkontribusi secara aktif dan berkelanjutan untuk memberikan solusi atas
berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih di
Indonesia”. Salah satu program WASH adalah program Satu untuk Sepuluh ini.
Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan mendukung program Millenium
Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi
kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target di tahun 2015.
Sesuai dengan kriteria penulisan tugas yang telah ditentukan, penulis akan
menganalisis program Aqua “1L Aqua untuk 10L Air Bersih” ini berdasarkan
unsur-unsur sebagai berikut:
· Spesifik
Kegiatan ini terspesifikasi dengan jelas, dimana Aqua
mengupayakan program pengadaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang
mengalami kesulitan iar bersih yaitu di Timor Tengah Selatan, NTT. Progaram ini
sesuai dengan citra produk yang dihasilkan Aqua yaitu air mineral. Sudah
selayaknya Aqua sebagai sebagai salah satu produk air mineral terkemuka di
Indonesia melakukan program CSR yang berhubungan dengan produk yang
diproduksinya, yaitu air. Mengingat air bersih merupakan salah satu komoditas
utama yang sangat penting bagi masyarakat luas.
Masih banyak daerah di Indonesia yang kesulitan mendapat
akses air bersih. Padahal, air bersih merupakan faktor penting untuk
mewujudkan hidup sehat. Di beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur masih
banyak warganya yang mengalami kelangkaan air bersih. Untuk mendapatkan air
bersih, tak jarang mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Alhasil,
banyak anak-anak yang kehilangan waktu bermain karena harus mengambil air.
Di salah satu desa di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, jarak
sumber air dengan rumah penduduk sangat jauh. “Dibutuhkan satu jam untuk pergi
pulang membawa air dalam jerigen tiap harinya,” ujar Sustainable Development
& CSR Aqua Danone Indonesia Binahidra Logiardi.
Implementasi program Satu Untuk Sepuluh di Nusa Tenggara
Timur dilaksanakan oleh AQUA yang bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat
Internasional, Action Contre la Faim (ACF). Selain itu, dalam rangka kelanjutan
pemberdayaan kapasitas masyarakat lokal, Aqua juga bekerja sama dengan Lembaga
Swadaya Masyarakat Lokal, yaitu YASNA dan pemerintah daerah Timor Tengah
Selatan NTT.
- DANONE AQUA berhasil mendapatkan penghargaan dari Metro TV
dalam kategori pelestarian lingkungan (environmental sustainability) atas
program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” yang merupakan bagian dari
program WASH (water access, sanitation and hygiene)
Penghargaan-penghargaan tersebut jelas meningkatkan citra
Aqua sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sementara dari segi financial, melalui program “1L
Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini dianggap berhasil mendongkrak pendapatan bersih
perusahaan sebesar 19,4% selang waktu dari tahun 2007 hingga 2008.
Penilaian Penulis Mengenai Program “1L Aqua Untuk 10L
Air Bersih”
Menurut penulis, kesuksesan program-program CSR yang
dilakukan oleh Aqua tidak terlepas dari faktor kredibilitas perusahaan yang
telah menjadi salah satu perusahaan penghasil air mineral terkemuka di
Indonesia sehingga memiliki profit keuangan yang cukup besar. Dengan profit
keuangan yang cukup besar tersebut, Aqua berani mengeluarkan anggaran untuk CSR
hingga mencapai angka 12 Miliyar Rupiah per tahun.
Tentunya Aqua menyadari bahwa produk yang mereka produksi
adalah air mineral yang merupakan sumber daya alam, sehingga program CSR yang
mereka buat sebagian besar berorientasi pada pelestarian alam. Dengan
melestarikan alam, disamping mereka membantu masyarakat dan Negara dengan
menciptakan lingkungan alam yang baik, tentunya program pelestarian alam
tersebut dapat menjaga produksi air mineral yang baik pula. Mengingat air
menieral merupakan komoditi yang mereka perjualkan.
Selain melestarikan alam, Aqua juga mengadakan
program-program CSR dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan
masyarakat. Program tersebut dilakukan diseluruh golongan terkait baik itu di
sekitar lingkungan pabrik, kemudian yang berskala nasional, maupun yang
berskala internasional dengan mendukung program Millenium Development
Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi kemiskinan dan kelaparan
di berbagai belahan dunia.
Didalam menjalankan program-program CSR nya, Aqua pun bekerjasama dengan
berbagai lapisan masyarakat, LSM, dan oraganisasi pemerintah sehingga proses
pelaksanaan program CSR tersebut dapat terpantau oleh seluruh golongan. Tidak
hanya sampai disitu, Aqua pun didalam melaksanakan program-program CSR nya
selalu mengutamakan aspek yang berkelanjutan. Dimana setiap program CSR yang telah
dilaksanakan dipantau perkembangan dan tingkat keberhasilannya, kemudian
program tersebut dilakukan secara continue dan berkesinambungan
sehingga tidak hanya sekedar membahagiakan masyarakat
secara instant dan sekejap. Keseluruh hal tersebut menimbulkan
pencitraan yang baik bagi Aqua selaku perusahaan air mineral terkemuka di
Indonesia.
Komentar:
Setiap perusahaan memiliki bentuk CSR yang berbeda-beda dan
tergantung dari kompentensi perusahaan serta kebutuhan masyarakat di
sekitarnya. Sebaiknya sebelum melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan melalukan
survei terlebih dahulu untuk menampung aspirasi masyarakat sehingga CSR yang
dilakukan oleh perusahaan tepat sasaran.
CSR merupakan tanggung jawab sosial dari perusahaan pada
dasarnya memiliki konsep dengan visi yang sama yang untuk pembangunan yang
berkelanjutan. Konsep yang dikembangkan disesuiakan dengan dimensi-dimensi yang
ingin diterapakan oleh perusahaan. berbicara tentang visi keberlanjutan dari
CSR, hal ini berkaitan dengan proses-proses yang menjadi tahapan yang harus
dilewati oleh perusahaan. Mislanya dari segi CSR untuk pemeberdayaan masyarakat
penerapan CSR dimulai dari pengokohan perusahaan untuk mencapai keberhasilan
dari segi finansial, kemudian ekonomi, sehingga dapat berdampak pad sosial dan
lingkungan. Sementara itu, adanya isue-isue yang berkembang dalam penerapan CSR
ini juga menjadi hal yang perlu diantisipasi terlebih jika isue yang dimaksud
lebih kepada pemaksimalan damapak negatif.
CSR sangat bermanfaat untuk masyarakat dan dapat
meningkatkan image perusahaan. Jadi, seharusnya dunia usaha tidak
memandang CSR sebagai suatu tuntutan represif dari masyarakat, melainkan
sebagai kebutuhan dunia usaha.
Untuk melaksanakan CSR perusahaan harus mengakui bahwa
permasalahan masyarakat adalah milik mereka juga. Tidak hanya itu, perusahaan
juga harus bersedia menanganinya. Itu dasarnya untuk melaksanakan CSR. Jadi
hanya dengan mengakui masalah apa yang ada di masyarakat dan itu menjadi bagian
mereka, maka CSR lebih mudah dilakukan. Sebab suatu rencana strategis di
belakang program-program CSR bisa jadi akan memberi kontribusi bagi pengurangan
kemiskinan dan ketidakadilan sosial di Republik ini.
Cntoh Iklan Yang Tidak Beretika
"Etika Bisnis"
Didetik pertama diperlihatkan gambar bunga-bunga yang digunakan sebagai aroma parfum dari sabun l*x, kemudian adegan berganti dengan model iklan tersebut yang digambarkan sedang menggunakan sabun tersebut ketika mandi. Setelah selesai mandi sang model datang ke sebuah pesta dengan seorang laki-laki, laki-laki tersebut mencium aroma parfum dari perempuan tersebut sangat dekat seperti hampir mau menciumnya namun tidak jadi karena dilihat oleh pelayan.
Sebenarnya masih banyak iklan yang seharusnya ditinjau ulang kembali isi kontennya. Selain konten yang vulgar, banyak iklan yang secara terang-terangan menyindir pesaingnya yang memperlihatkan persaingan yang sudah tidak sehat, iklan yang rasis, dan iklan - iklan yang tidak beretika. Diharapkan kedepannya lembaga sensor lebih bisa bijak untuk memilih iklan yang sekiranya boleh tayang ataupun tidak boleh tayang.
Kriktik :
Menurut saya iklan tersebut sedikit tidak beretika karena memperlihatkan seakan memulai untuk ciuman dan terlihat oleh pelayan namun tidak jadi, seharusnya hal hal seperti ini tidak boleh dilakukan dalam hal etika. Menurut saya, kedepan berbagai produk dalam memasarkan produknya harus lebih kreatif dan lebih beretika karena masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk apa yang akan mereka gunakan. Dan satu hal lagi, iklan/pemasaran harus memberikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.
SUMBER:
http://fitra-fiteobie.blogspot.co.id/2015/11/contoh-iklan-yang-tidak-beretika.html
Analisis :
Iklan tersebut muncul dilayar televisi setiap hari tanpa ada batasan waktu, sehingga anak – anak bisa melihat iklan tersebut. Iklan tersebut memiliki konten yang dewasa yang seharusnya anak dibawah umur tidak boleh melihatnya. Dilihat dari sudut pandang orang dewasa hal itu bisa dikatakan biasa saja karena memang model yang ada dalam iklan tersebut adalah sepasang suami istri dalam kehidupan nyata, namun tidak untuk anak dibawah umur yang belum boleh melihat adegan dimana orang dewasa terlihat intim seperti dalam iklan tersebut. Sangat disayangkan sekali iklan tersebut lulus sensor sehingga anak-anak bisa melihat iklan tersebut ketika mereka sedang menonton televisi.
Sebenarnya masih banyak iklan yang seharusnya ditinjau ulang kembali isi kontennya. Selain konten yang vulgar, banyak iklan yang secara terang-terangan menyindir pesaingnya yang memperlihatkan persaingan yang sudah tidak sehat, iklan yang rasis, dan iklan - iklan yang tidak beretika. Diharapkan kedepannya lembaga sensor lebih bisa bijak untuk memilih iklan yang sekiranya boleh tayang ataupun tidak boleh tayang.
Kriktik :
Menurut saya iklan tersebut sedikit tidak beretika karena memperlihatkan seakan memulai untuk ciuman dan terlihat oleh pelayan namun tidak jadi, seharusnya hal hal seperti ini tidak boleh dilakukan dalam hal etika. Menurut saya, kedepan berbagai produk dalam memasarkan produknya harus lebih kreatif dan lebih beretika karena masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk apa yang akan mereka gunakan. Dan satu hal lagi, iklan/pemasaran harus memberikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.
SUMBER:
http://fitra-fiteobie.blogspot.co.id/2015/11/contoh-iklan-yang-tidak-beretika.html
Langganan:
Postingan (Atom)