Rabu, 08 Maret 2017

Perekonomian Indonesia

A.   Pengertian Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan dari suatu negara untuk membuat sumber daya yang dimilikinya berjalan dengan baik kepada suatu individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan yang terdapat antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

1. Dumairy (1966)
Menurut Dumairy menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah suatu sistem yang mengatur dan hubungan ekonomi antara manusia dan pembentukan kelembagaan dalam suatutatanan kehidupan, maka bisa dikatakan juga bahwa sistem ekonomi tidak harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan suatu pandangan mereka, pola dan filsafat hidup di mana dia beristirahat.
 
2. Gilarso (1992 : 486)
Menurut Gilarso menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah suatu cara untuk mengkoordinasikan suatu perilaku keseluruhan masyarakat (konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam suatu kegiatan menjalankan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainnya) yang sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis , dan dalam kekacauan bisa dihindari.
 
3. Mc. Eachren
Menurut Eachren menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebagai seperangkat suatu mekanisme dan institusi untuk menjawab suatu pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang dihasilkan. Dalam perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya ialah bagaimana sebuah sistem didirikan sebuah faktor-faktor produksi. Dalam beberapa sistem, seorang individu mungkin tidak mempunyaisemua faktor produksi. Sementara pada sistem lain, semua faktor ini ditahan oleh pemerintah. Yang sebagian besar sistem ekonomi di dunia berada di antara dua ekstrem dari sebuah sistem.
 
4. Chester A Bemand
Menurut Chester menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebuah kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada suatu bagian-bagian dan masing-masing bagian itu mempunyai suatu ciri dan batas tersendiri.
 
5. Dumatry (1996)
Menurut Dumatry menyatakan bahwa Sistem ekonomi ialah sebuah sistem yang mengatur serta menjalin suatu hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.

B.      Macam – macam Sistem Perekonomian

1.       Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis)
Sistem ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis adalah sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan yang seperti dia inginkan. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa  dan Amerika Serikat.
Ciri-ciri :
  1. Menerapkan sistem persaingan bebas
  2. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
  3. Peranan pemerintah dibatasi
  4. Peranan modal sangat penting
2.      Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis)
Sistem ekonomi etatisme/sosialis merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi diatur  negara. Dalam sistem ini, jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marx , dia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.
Ciri-ciri :
  1. Hak milik individu tidak diakui.
  2. Seluruh sumber daya dikuasai negara.
  3. Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara.
  4. Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.

3.      Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Ciri-ciri :
  1. Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
  2. Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
  3. Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
  4. Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah.

C.      Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran dan Alasannya

 1.      Indonesia
Perekonomian di Indonesia menganut sistem campuran antara paham ekonomi sosialis dan liberal. Meski sebenarnya lebih disebut sebagai sistem ekonomi campuran dengan ideologi Pancasila, atau sistem ekonomi Pancasila. Artinya, sistem kegiatan ekonomi dijiwai oleh ideologi Pancasila, yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasar usaha bersama berlandaskan asas kekeluargaan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat di bawah pengawasan dan pengendalian pemerintah.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, perekonomian juga berfokus pada pemanfaatan maksimal sektor kelautan yang sempat lolos perhatian dari pemerintahan sebelumnya. Padahal wilayah Indonesia didominasi oleh perairan. Dalam jangka panjang kebijakan ini diharapkan pula mampu membantu perwujudan ekonomi mandiri bagi Indonesia.
Sehingga terjadi penerapan ideology Pancasila pada roda ekonomi yang sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 terkait asas kekeluargaan ekonomi Indonesia dengan pemanfaatan sumber daya digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.
2.      India
India juga menganut sistem ekonomi campuran namun memiliki kecondongan pada paham sosialis. Sangat tingginya campur tangan pemerintah dalam perekonomian disebabkan fokus berlebihan pada pemerataan pendapatan dan kesejahteraan publik. Hal tersebut terjadi mulai tahun 1950-an pasca kemerdekaan India. Sehingga kreatifitas individu masyarakat sangat kecil bahkan mati yang menjadikan mereka sulit untuk maju. Karena segala hal diatur dan dikendalikan oleh pemerintah.
3.       Filipina
Filipina menganut sistem ekonomi campuran dengan agrikultur sebagai penyokong utama perekonomiannya. Fokus industri negara ini ada di bidang elektronik, otomotif, pengolahan makanan, pertambangan dan tekstil. Filipina memberikan kebebasan yang besar untuk melakukan segala hal pada pihak swasta sehingga menjadikan tingginya kreatifitas masyarakat. Peran swasta dalam perekonomian pun mencapai 95% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pengakuan terhadap kepemilikan individu juga penumpukan modal memperjelas bahwa sistem ekonomi campuran Filipina lebih condong pada sistem kapitalis. Prinsip keadilan sistem kapitalis yaitu “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya” memberikan pengaruh besar pada motivasi individu masyarakatnya untuk maju dan berkembang.
4.      Malaysia
Dalam perekonomian Malaysia, peran pemerintah sangat kecil sehingga menjadikan mudah dalam hal birokrasi. Banyak pengusaha dari negara-negara lain yang melakukan bisnis di Malaysia karenanya. Imbasnya, hal tersebut mampu mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dan menaikkan pendapatan nasional. Kemajuan teknologi juga berperan dalam mempercepat pembangunan infrastrukturnya. Itulah yang menjadikan perekonomian Malaysia tumbuh dengan pesat.

A.     Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis

1. China

Saat ini ekonomi China sekilas menganut sistem ekonomi liberal atau kapitalisme, hal ini terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk membuka pasar bebas internasional. Meskipun terdapat unsur liberal, pemerintah China masih melabeli diri mereka sebagai negara yang pro terhadap sosialisme. Dari model sistem ekonomi yang seperti ini, sebenarnya mereka telah meninggalkan bentuk murni dari sistem ekonomi sosialis. Bentuk soaialis bisa dilihat dari total perusahaan yang ada di China, 70% merupakan BUMN dan sisanya dikuasai oleh swasta. Pertumbuhan angka perusahaan swasta dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dan inilah yang menunjukkan adanya unsur sosialis dan unsur liberal. Dengan perubahan penerapan sistem ekonomi tersebut berdampak positif bagi perekonomian China yaitu menempatkan negara China sebagai negara kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia setelah Amerika.

2. Korea Utara

Sistem ekonomi sosialis di Korea Utara terlihat dengan adanya penguasaan dan kendali penuh oleh pemerintah terhadap seluruh kegiatan ekonomi. Penerapan sistem ekonominya hampir mirip dengan China namun ada sedikit perbedaan yang tidak akan pernah ditemukan, yaitu tidak adanya Bursa Efek di Korea Utara. Indikasi ini menunjukkan bahwa negara Korea Utara sangat tertutup dan tidak mudah untuk membuka penanaman investasi asing di negaranya, dan bisa dibilang sistem ekonomi Korea Utara lebih sosialis dibanding dengan China.

3. Kuba

Kuba merupakan salah satu negara sosialis yang paling menonjol diantara negara yang lain dalam menerapkan sistem ekonomi sosialis. Jika kita melihat ciri-ciri negara sosialis, maka semua ciri tersebut hampir seluruhnya dapat terlihat pada negara Kuba, seperti dominannya peran pemerintah dalam mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi negara, terdapatnya fasilitas kesehatan yang dibentuk oleh pemerintah untuk rakyatnya, adanya sekolah gratis yang diberikan untuk rakyat di segala jenjang pendidikan, negara memberikan hunian untuk rakyatnya dengan program subsidi, dan negara memberikan subsidi untuk bahan pangan. Dari bagaimana cara Kuba menjalankan kegiatan negara dan ekonominya, sangat terlihat sekali jika negara ini paling sosialis dibanding dengan negara yang lain.
Perubahan sistem ekonomi Kuba mulai terjadi pada tahun 2010, dimana sistem yang mereka anut hingga sekarang menerapkan sistem ekonomi ganda, yaitu sistem ekonomi sosialis untuk beberapa sektor tertentu, dan sistem ekonomi campuran. Dengan menerapkan dual sistem ini, Kuba mencoba untuk melakukan revolusi untuk mewujudkan pasar bebas dengan membuka kegiatan ekspor impor dengan dunia internasional dan memanfaatkan kekayaan pariwisata. Alasan lain terjadinya perubahan sistem ekonomi adalah karena beban negara dalam memberikan dana subsidi yang begitu besar untuk beragam sektor yang ada dalam negara.

B.      Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Liberal

1. Amerika Serikat
Liberalisme yang dianut oleh AS, sebagaimana yang ditekankan oleh Wilson dan Roosevelt adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha individu, bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan sebagai untuk pemecahan permasalahan politis baik di dalam maupun luar, sepertinya dianut oleh Presiden AS saat ini, George W Bush. Suatu paham liberal di AS itu mungkin seperti institusi dan prosedur politis yang mendorong kebebasan ekonomi, perlindungan yang lemah dari agresi oleh yang kuat, dan kebebasan dari norma-norma sosial bersifat membatasi. Karena sejak Perang Dunia II, liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme modern, pengganti paham ideologi liberalisme klasik.


Sumber :



Selasa, 17 Januari 2017

Tingkat Bunga

Tingkat Bunga : Biaya Pinjam Uang

Perusahaan dipengaruhi oleh :
  • Biaya bunga tinggi
  • ROI rendah
  • Derajat ekspansi rendah
Penentuan Harga Pasar1. Skedul PermintaanIndikasi kuantitas produk yang diminta pada harga tertentu.
  • Kuantitas permintaan meningkat atau menurun
  • Ekualibrium harga meningkat atau menurun
contoh : Komputer menjadi sangat populer, karena permintaan meningkat.

2. Skedul Penawaran

Indikasi kuantitas produk yang ditawarkan pada harga tertentu
Kuantitas ditawarkan meningkat atau menurun
Ekualibrium harga meningkat atau menurun
contoh : Teknologi memebrikan kontribusi kepada perusahaan untuk menghasilkan komputer dengan biaya yang lebih rendah, maka perusahaan adalah rela untuk menyediakan pada harga yang lebih rendah.

3. Interaksi penawaran dan permintaan
Equilibrium Price : Harga pada kuantitas yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang diminta.

Faktor - faktor yang mempengaruhi harga pasar :
1. Pendapatan Pelanggan ( Consumer Income)
2. Kesukaan Pelanggan ( Consumer Prefernces)
3. Biaya Produksi (Production Expense)

Dua kebijakan pemerintah yang mempengaruhi ekonomi 
> Kebijakan Moneter :
  • Mengendalikan uang beredar
  • Menetapkan Cabangan Pemerintah
  • Menaikkan atau menurunkan tingkat bunga

> Kebijakan fiskal :
  • Mengendalikan pajak dan pembelanjaan.

Ekonomi 

1. Kondisi Makroekonomi
(macroeconomi Conditions)
- Mereflesikan seluruh ekonomi

2. Kondisi Mikroekonomi
(Microeconomi Conditions)
- Fokus pada bisnis atau perhatian pada industri


Faktor makroekonomi mempengaruhi kinerja bisnis 
  1. Pertumbuhan Ekonomi
  2. Inflasi
  3. Tingkat Bunga

Tiga ukuran Pertumbuhan Ekonomi :
1. Tingkat total produksi dari produk dan jasa :
GDP adalah total nilai seluruh produk dan jasa yang dihasilkan domestik

2. Pengeluaran total :
Total jumlah pengeluaran dalam ekonomi

3. Alternatif indikator ekonomi :
  • Tingkat pengangguran

Empat jenis pengangguran :
1. Pengangguran Friksi (Frictional Unemployment)
  • Orang - orang diantara pekerja
  • Juga dikenal sebagai pengangguran alami
2. Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment)
  • Orang - orang yang tidaklah diperlukan selama beberapa musim
3. Pengangguran Siklus ( Cyclical Unemployment)
  • Menganggur dalam kaitan dengan kondisi - kondisi ekonomi lemah / miskin
  • Mungkin merupakan indikator yang terbaik dari kondisi - kondisi ekonomi
4. Pengangguran Struktual (Structual Unemployment)
  • Menganggur dalam kaitan dengan tidak cukupnya keterampilan kerja

Faktor ekonomi makro : Inflasi
Inflasi : Kenaikan tingkat harga umum atas produk dan jasa pada periode waktu tertentu.


Kenaikan Inflasi Perusahaan dipengaruhi oleh :
  • Tingginya biaya operasi
  • Tingginya biaya upah yang dibayar kepada pekerja
  • Tingginya penghasilan

Dua bentuk Inflasi :
1. Cost - POush Inflation 
  • Tingginya harga disebabkan oleh tingginya biaya
2. Demand - Pull Inflation 
  • Tingginya harga disebabkan oleh kuatnya permintaan pelanggan atas produk.



Bentuk - Bentuk Kepemilikan Bisnis

1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikan nya dipegang oleh satu orang.

Kebaikan Perusahaan Perseorangan :
  • Pemilik bebas dalam mengambil keputusan, sehingga keputusan dapat secara dilaksanakan
  • Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan sepenuhnya
  • Biasanya pemilik perusahaan lebih giat berusaha untuk mencapai tujuan perusahaan yang menjadi miliknya
  • Organisasi yang mudah terbentuk & mudah bubar
  • Sifat kerahasiaan perusahaan dapat terjamin, baik dalam hal keuangan maupun dalam masalah proses produksi.
Kelemahan Perusahaan Perseorangan :
  • Tanggung jawab pemilik perusahaan tidak terbatas. Disini seluruh harta milik pribadi menjadi jaminan terhadap utang perusahaan
  • Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
  • Sumber keuangan perusahaan terbatas, sebab usaha - usaha untuk memperoleh sumber dana tergantung. Pada kemampuan pemilik perusahaan saja
  • Kelangsungan usaha perusahaan kurang terjamin, sebab jika seandainya pemilik meninggal atau terkena ganjaran hukuman penjara, maka perusahaan akan berhenti aktifitasnya
  • Pengelolaan manajemennya lebih kompleks sebab semua aktifitas manajemen dilakukan oleh pemilik perusahaan sendiri.
2. Firma
Firma merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan usaha.

Kebaikan Firma :
  • Kemampuan manajemen lebih besar karena adanya pembagian kerja diantara para anggota
  • Pendirian Firma relatif lebih mudah karena tidak memerlukan akte pendirian
  • Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi mudah memperoleh kredit karena mempunyai kemampuan financial yang lebih besar
Kelemahan Firma :
  • Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh hutang perusahaan, kekayaan pribadi menjadi jaminan bagi hutang - hutang firma.
  • Kemungkinan timbul perselisihan
  • Keputusan yang diambil kurang cepat
  • Kerugian yang diakibatkan oleh seseorang anggota harus ditanggung bersama anggota orang lain
  • Kelangsungan perusahaan tidak menentu, sebab jika salah satu anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama, secara otomatis firma menjadi bubar.
3. Perseroan Komanditer (CV)
Perseroan komanditer atau disebut Comanditaire Vennotschap (CV) adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uang mereka pakai dalam persekutuan.

Sekutu pada perseroan ini dapat dikelompokkan menjadi sekutu komplementer dan sekutu komanditer. Sekutu komplementer adalah orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya. Sekutu komanditer adalah sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut.



Business Ethics and Social Responbility

1. Menjelaskan tanggung jawab firma kepada :
  • Pelanggan (Customers)
  • Pekerja (Employees)
  • Pemegang Saham dan Kreditors (Stockholders and Creditors)
  • Lingkungan (Environment)
  • Komunitas (Communities)
2. Menjelaskan biaya - biaya perusahaan keluarkan dalam pencapaian tanggung jawab sosialnya

Alasan atas Kode Etik :
  • Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis
  • Berkurangnya potensi regulasi pemerintah yang dikeluarkan sebagai aktifitas kontrol
  • Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai pedoman
  • Menyediakan tanggung jawab atas perilaku yang tak ber-etika.
Pertimbangan Tanggung jawab Sosial :
  • Pelanggan (Customers)
  • Pekerja (Employees)
  • Pemegang Saham dan Kreditors (Stockholders and Creditors)
  • Lingkungan (Environment)
  • Komunitas (Communities)
> Tanggung jawab sosial kepada Pelanggan
Bagaimana memastikan tanggung jawab perusahaan :
  • Tetapkan kode etika
  • Monitor keluhan pelanggan
  • Memperoleh umpan balik pelanggan
  • Meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.
Bagaimana memastikan tanggung jawab pemerintah :
  • Peraturan keamanan produk
  • Peraturan periklanan
  • Peraturan persaingan industri.
> Tanggung jawab sosial kepada Pekerja
Memberikan Gaji atau Upah
Jaminan kerja (Employee Safety)
  • Memastikan tempat kerja yang aman bagi pekerja 
  • Perlindungan terhadap pelecehan seksual
  • Persiapkan perlakuan yang sama
  • Memastikan tidak ada diskriminasi .
> Tanggung jawab sosial kepada Pemegang Saham
perusahaan harus :
  • Meyakinkan tanggung jawab dengan melaporkan keuangan
  • Dana digunakan dengan baik
  • Memberikan keuntungan berupa dividen kepada pemegang saham.
> Tanggung jawab sosial kepada Kreditor
perusahaan harus :
  • Kewajiban keuangan
  • Informasikan kreditor jika mempunyai permasalahan keuangan.
> Tanggung jawab sosial kepada Lingkungan
1. Pencegahan Polusi Udara :
  • Peninjauan kembali proses produksi
  • Petunjuk penyelenggaraan pemerintah
2. Pencegahan Polusi Daratan :
  • Peninjauan kembali proses produksi dan pengemasan
  • Menyimpan dan mengirim barang sisa beracun ke lokasi pembuangan.
> Tanggung jawab sosial kepada Komunitas
  • Sponsori acara masyarakat lokal
  • Sumbangkan kepada masyarakat tidak mampu
  • Sumbangkan untuk tujuan bidang pendidikan.

> Biaya - biaya atas Tanggung jawab sosial 
Pelanggan :
  • Program receive/resolve keluhan dari pelanggan
  • Survei untuk menilai kepuasan pelanggan
  • Penuntutan perkara dengan pelanggan (kewajiban produk)
Pekerja :
  • Program menerima/memecahkan keluhan kerja
  • Survei untuk menilai kepuasan karyawan
  • Penuntutan perkara oleh karyawan (diskriminasi)
Pemegang Saham :
  • Penyingkapan informasi keuangan
  • Penuntutan perkara oleh pemegang saham
Lingkungan :
  • Mentaati peraturan lingkungan
  • Mentaati petunjuk lingkungan
Komunitas :
  • Sponsori aktifitas masyarakat
  • Memberikan beasiswa pendidikan.


Senin, 07 November 2016

Bentuk Kepemilikan Perusahaan

Selecting a Form of Business Ownership => Memilih bentuk dari kepemilikan suatu kegiatan bisnis/usaha.

3 Bentuk Kepemilikan Perusahaan

  1. Perseorangan (Sole Proprietorship)
  2. Persekutuan (Partnership)
  3. Perseroan (Corporation)

1. Kepemilikan Perseorangan
     Perusahaan yang dimiliki seorang pemilik.
4sifat :
  • Pemilik tunggal
  • Menanggung seluruh tanggung jawab
  • Ruang lingkup usaha masih skala kecil
  • Menghasilkan kurang 10% dari seluruh penghasilan usaha.
Keuntungan :
  • Mendapatkan semua profit
  • Kemudahan formasi
  • Kontrol penuh
  • Pajak lebih rendah
Kerugian :
  • Menanggung semua kerugian
  • Kewajiban tidak terbatas
  • Keterbatasan keuangan
  • Keterbatasan skill


2. Kepemilikan Persekutuan
Keuntungan :
  • Adanya penambahan modal atau dana
  • Tanggung jawab dan kerugian dibagi
Kerugian :
  • Kesulitan dalam pengawasan karena kontrol dibagi
  • Hutang tidak terbatas
  • Keuntungan dibagi

Jenis - Jenis Persekutuan 

Sekutu Umum (General Partneeship)
  • Sekutu kerja menjalankan bisnis sehari-hari
  • Sekutu kerja mempunyai tanggung jawab tanpa batas
Sekutu Komanditer (Limited Partnership)
  • Sekutu komanditer hanya menanam modal dalam bisnis
  • Sekutu komanditer adalah hanya dapat dikenakan kewajiban sampai kepada jumlah yang mereka menginvestasikan.

3. Karakteristik sebuah Perseroan
  • Piagam perseroan (Corporate character)
  • Penetapan anggaran rumah tangga (Establishment of by laws)
  • Pemegang saham ( Stockholders)
  • Dewan direktur (Board of directors)

Perseroan Swasta vs Publik
1. Dipegang Swasta :
  • Korporasi yang secara pribadi dipegang kepemilikan terbatas ke kelompok kecil investor
  • Saham tidak-lah diperdagangkan didepan umum.
2. Dipegang Publik :
  • Korporasi lebih besar
  • Saham diperdagangkan di depan umum
  • Tindakan pada awalnya mengeluarkan saham : menawarkan saham pada publik.

Kepemilikan Perseroan :
Keuntungan :
  • Keterbatasan kewajiban
  • Akses dana
  • Kepemilikan bisa dipindah tangankan
Kerugian :
  • Pembiayaan lebih mahal
  • Pengungkapan keuangan
  • Kompleksitas problem
  • Pajak lebih banyak.

Selasa, 01 November 2016

Contoh CSR

Program “1L Aqua untuk 10L Air Bersih”

            Binahidra Logiardi, Sustainable Development & Social Responsibility, DANONE AQUA, menjelaskan ” Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kita semua, namun tidak semua orang bisa mengakses air bersih dalam kehidupannya sehari-hari. Banyak daerah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang mengalami kesulitan untuk memperoleh air dikarenakan topografi daerah tersebut membutuhkan sistem infrastruktur pasokan air bersih untuk memungkinkan masyarakat sekitar agar dapat mengakses air bersih tersebut. Selain akses air bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pra sejahtera juga merupakan hal penting, kesemuanya ini saling terkait. Air merupakan kehidupan, sanitasi merupakan martabat, keduanya mendukung tercapainya kesehatan lingkungan yang berkesinambungan yang pada akhirnya juga akan memberi kontribusi pada tercapainya pengembangan kesejahteraan masyarakat dunia”.

Binahidra menambahkan, “AQUA memiliki program CSR yang disebut WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bagi masyarakat pra-sejahtera. Melalui program WASH, AQUA berkontribusi secara aktif dan berkelanjutan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih di Indonesia”. Salah satu program WASH adalah program Satu untuk Sepuluh ini. Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan mendukung program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target di tahun 2015.

            Sesuai dengan kriteria penulisan tugas yang telah ditentukan, penulis akan menganalisis program Aqua “1L Aqua untuk 10L Air Bersih” ini berdasarkan unsur-unsur sebagai berikut:
· Spesifik
Kegiatan ini terspesifikasi dengan jelas, dimana Aqua mengupayakan program pengadaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan iar bersih yaitu di Timor Tengah Selatan, NTT. Progaram ini sesuai dengan citra produk yang dihasilkan Aqua yaitu air mineral. Sudah selayaknya Aqua sebagai sebagai salah satu produk air mineral terkemuka di Indonesia melakukan program CSR yang berhubungan dengan produk yang diproduksinya, yaitu air. Mengingat air bersih merupakan salah satu komoditas utama yang sangat penting bagi masyarakat luas.
Masih banyak daerah di Indonesia yang ke­sulitan mendapat akses air bersih. Pa­dahal, air bersih merupakan faktor pen­ting untuk mewujudkan hidup sehat. Di beberapa daerah di Nusa Tenggara Ti­mur masih banyak warganya yang me­ng­alami kelangkaan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih, tak jarang mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Alhasil, banyak anak-anak yang kehila­ng­an waktu bermain karena harus meng­am­bil air. Di salah satu desa di Timor Tengah Se­la­tan (TTS), Nusa Tenggara Timur, jarak sumber air dengan rumah penduduk sa­ngat jauh. “Dibutuhkan satu jam untuk pergi pulang membawa air dalam jerigen tiap harinya,” ujar Sustainable Develop­ment & CSR Aqua Danone Indonesia Bi­na­hidra Logiardi.
Implementasi program Satu Untuk Sepuluh di Nusa Tenggara Timur dilaksanakan oleh AQUA yang bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional, Action Contre la Faim (ACF). Selain itu, dalam rangka kelanjutan pemberdayaan kapasitas masyarakat lokal, Aqua juga bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Lokal, yaitu YASNA dan pemerintah daerah Timor Tengah Selatan NTT.
- DANONE AQUA berhasil mendapatkan penghargaan dari Metro TV dalam kategori pelestarian lingkungan (environmental sustainability) atas program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” yang merupakan bagian dari program WASH (water access, sanitation and hygiene)
Penghargaan-penghargaan tersebut jelas meningkatkan citra Aqua sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sementara dari segi financial, melalui program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini dianggap berhasil mendongkrak pendapatan bersih perusahaan sebesar 19,4% selang waktu dari tahun 2007 hingga 2008.

Penilaian Penulis Mengenai Program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih”
Menurut penulis, kesuksesan program-program CSR yang dilakukan oleh Aqua tidak terlepas dari faktor kredibilitas perusahaan yang telah menjadi salah satu perusahaan penghasil air mineral terkemuka di Indonesia sehingga memiliki profit keuangan yang cukup besar. Dengan profit keuangan yang cukup besar tersebut, Aqua berani mengeluarkan anggaran untuk CSR hingga mencapai angka 12 Miliyar Rupiah per tahun.
Tentunya Aqua menyadari bahwa produk yang mereka produksi adalah air mineral yang merupakan sumber daya alam, sehingga program CSR yang mereka buat sebagian besar berorientasi pada pelestarian alam. Dengan melestarikan alam, disamping mereka membantu masyarakat dan Negara dengan menciptakan lingkungan alam yang baik, tentunya program pelestarian alam tersebut dapat menjaga produksi air mineral yang baik pula. Mengingat air menieral merupakan komoditi yang mereka perjualkan.
Selain melestarikan alam, Aqua juga mengadakan program-program CSR dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut dilakukan diseluruh golongan terkait baik itu di sekitar lingkungan pabrik, kemudian yang berskala nasional, maupun yang berskala internasional dengan mendukung program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia.

            Didalam menjalankan program-program CSR nya, Aqua pun bekerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat, LSM, dan oraganisasi pemerintah sehingga proses pelaksanaan program CSR tersebut dapat terpantau oleh seluruh golongan. Tidak hanya sampai disitu, Aqua pun didalam melaksanakan program-program CSR nya selalu mengutamakan aspek yang berkelanjutan. Dimana setiap program CSR yang telah dilaksanakan dipantau perkembangan dan tingkat keberhasilannya, kemudian program tersebut dilakukan secara continue dan berkesinambungan sehingga tidak hanya sekedar membahagiakan masyarakat secara instant dan sekejap. Keseluruh hal tersebut menimbulkan pencitraan yang baik bagi Aqua selaku perusahaan air mineral terkemuka di Indonesia.

Komentar:
Setiap perusahaan memiliki bentuk CSR yang berbeda-beda dan tergantung dari kompentensi perusahaan serta kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Sebaiknya sebelum melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan melalukan survei terlebih dahulu untuk menampung aspirasi masyarakat sehingga CSR yang dilakukan oleh perusahaan tepat sasaran.

CSR merupakan tanggung jawab sosial dari perusahaan pada dasarnya memiliki konsep dengan visi yang sama yang untuk pembangunan yang berkelanjutan. Konsep yang dikembangkan disesuiakan dengan dimensi-dimensi yang ingin diterapakan oleh perusahaan. berbicara tentang visi keberlanjutan dari CSR, hal ini berkaitan dengan proses-proses yang menjadi tahapan yang harus dilewati oleh perusahaan. Mislanya dari segi CSR untuk pemeberdayaan masyarakat penerapan CSR dimulai dari pengokohan perusahaan untuk mencapai keberhasilan dari segi finansial, kemudian ekonomi, sehingga dapat berdampak pad sosial dan lingkungan. Sementara itu, adanya isue-isue yang berkembang dalam penerapan CSR ini juga menjadi hal yang perlu diantisipasi terlebih jika isue yang dimaksud lebih kepada pemaksimalan damapak negatif.

CSR sangat bermanfaat untuk masyarakat dan dapat meningkatkan image perusahaan. Jadi, seharusnya dunia usaha tidak memandang CSR sebagai suatu tuntutan represif dari masyarakat, melainkan sebagai kebutuhan dunia usaha.
Untuk melaksanakan CSR perusahaan harus mengakui bahwa permasalahan masyarakat adalah milik mereka juga. Tidak hanya itu, perusahaan juga harus bersedia menanganinya. Itu dasarnya untuk melaksanakan CSR. Jadi hanya dengan mengakui masalah apa yang ada di masyarakat dan itu menjadi bagian mereka, maka CSR lebih mudah dilakukan. Sebab suatu rencana strategis di belakang program-program CSR bisa jadi akan memberi kontribusi bagi pengurangan kemiskinan dan ketidakadilan sosial di Republik ini.


Sumber :

Cntoh Iklan Yang Tidak Beretika

"Etika Bisnis"

                 Didetik pertama diperlihatkan gambar bunga-bunga yang digunakan sebagai aroma parfum dari sabun l*x, kemudian adegan berganti dengan model iklan tersebut yang digambarkan sedang menggunakan sabun tersebut ketika mandi. Setelah selesai mandi sang model datang ke sebuah pesta dengan seorang laki-laki, laki-laki tersebut mencium aroma parfum dari perempuan tersebut sangat dekat seperti hampir mau menciumnya namun tidak jadi karena dilihat oleh pelayan.

Analisis   :
            Iklan tersebut muncul dilayar televisi setiap hari tanpa ada batasan waktu, sehingga anak – anak bisa melihat iklan tersebut. Iklan tersebut memiliki konten yang dewasa yang seharusnya anak dibawah umur tidak boleh melihatnya. Dilihat dari sudut pandang orang dewasa hal itu bisa dikatakan biasa saja karena memang model yang ada dalam iklan tersebut adalah sepasang suami istri dalam kehidupan nyata, namun tidak untuk anak dibawah umur yang belum boleh melihat adegan dimana orang dewasa terlihat intim seperti dalam iklan tersebut. Sangat disayangkan sekali iklan tersebut lulus sensor sehingga anak-anak bisa melihat iklan tersebut ketika mereka sedang menonton televisi.

            Sebenarnya masih banyak iklan yang seharusnya ditinjau ulang kembali isi kontennya. Selain konten yang vulgar, banyak iklan yang secara terang-terangan menyindir pesaingnya yang memperlihatkan persaingan yang sudah tidak sehat, iklan yang rasis, dan iklan  - iklan yang tidak beretika. Diharapkan kedepannya lembaga sensor lebih bisa bijak untuk memilih iklan yang sekiranya boleh tayang ataupun tidak boleh tayang.

Kriktik                        :
           Menurut saya iklan tersebut sedikit tidak beretika karena memperlihatkan seakan memulai untuk ciuman dan terlihat oleh pelayan namun tidak jadi, seharusnya hal hal seperti ini tidak boleh dilakukan dalam hal etika. Menurut saya, kedepan berbagai produk dalam memasarkan produknya harus lebih kreatif dan lebih beretika karena masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk apa yang akan mereka gunakan. Dan satu hal lagi, iklan/pemasaran harus memberikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.


SUMBER:

http://fitra-fiteobie.blogspot.co.id/2015/11/contoh-iklan-yang-tidak-beretika.html

PENGANTAR BISNIS

Pengertian Bisnis


Bisnis dapat diartikan Kerja sama, dagang, dan juga laba.
Bisnis merupakan suatu kegiatan usaha atau kerjasama perdagangan atau penjualan untuk memperoleh laba/keuntungan.
Dari segi etimologi, bisnis merupakan keadaan seseorang atau kelompok orang yang sedang sibuk melakukan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Pengertian Bisnis menurut Ahli :

1. Brown dan petrello (1976)
'Business is an institution which producess goods and services demanded by people'
Bisnis adalah sebuah lembaga yang menghasilkan jasa dan barang yang sedang diperlukan oleh masyarakat.

2. Steinford (1979)
'Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people'
Bisnis adalah sebuah kegiatan yang menyediakan jasa atau barang yang dibutuhkan oleh konsumen.

3. Huat, T. Chwee (1990)
'Business then simpy a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society'
Bisnis istilah bersifat umum yang menunjukkan semua institusi dan kegiatan yang memproduksi jasa dan barang didalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

4. Musselman and Jackson (1992)
Bisnis merupakan jumlah dari keseluruhan aktivitas yang diorganisir oleh orang yang sedang berkecimpung didalam bidang industri dan perniagaan yang menyediakan jasa dan barang untuk memenuhi kebutuhan memperbaiki kualitas hidup.


Jenis - Jenis Bisnis :

1. Monopsoni
Bisnis monopsoni merupakan suatu keadaan dimana satu pelaku usaha sedang menguasai penerimaan suatu pasokan atau menjadikan pembeli tunggal dari jasa dan barang didalam salah satu pasar komoditas.

Contohnya : cuma ada satu perusahaan yang mengatasi transportasi Kereta Api di Negara Indonesia ialah PT. KAI.

2. Monopoli
Monopoli merupakan salah satu bentuk pasar yang hanya ada penjual tunggal atau satu penjual. Untuk menentukan harga penjualan atau harga pasar disebut 'monopolis'. Sebagai penentu harga jual atau beli pasar (price-maker).

3. Oligopoli
Oligopoli merupakan pasar yang dimana sebuah penawaran satu tipe barang yang dikuasai beberapa perusahaan.

4. Oligopsoni
Oligopsoni merupakan suatu keadaan dimana dua atau lebih seorang pelaku usaha yang dimana menguasai penerimaan sebuah pasokan atau menjadikan pembeli tunggal atas jasa dan barang didlaam pasar komoditas.


Mono : satu                                       Oligo : banyak                            psoni : pembeli
Poli : penjual                                     Poli : penjual



Adapun 5 pemegang kepentingan kunci keberhasilan sebuah perusahaan :
  1. Owners; yang mengorganisasi, mengelola dan menanggung resiko bisnis;
  2. Creditors; penyedia pinjaman untuk memulai bisnis;
  3. Employees; karyawan yang direkrut untuk menyelenggarakan bisnis;
  4. Suppliers; penyedia material yang dibutuhkan untuk produksi;
  5. Customers; pembelian produk untuk memuaskan kebutuhannya.

5 Fungsi kunci dalam perusahaan :
  • Management
  • Marketing
  • Accounting
  • Finance
  • Information Systems

Keuntungan Berbisnis :
  • Mencetak lapangan kerja sendiri
  • Kepuasan menjadi pemilik
  • Mengatur arus keuangan sendiri
  • Kebebasan berkreasi